Sabtu, 20 April 2013

Enam Hak Seorang Muslim


ENAM  HAK  SEORANG  MUSLIM

“Hak muslim atas muslim lainnya ada lima, yaitu: menjawab salam, membesuk diwaktu sakit, mengantarkan jenazahnya, memnuhi undangannya, dan mendoakannya jika bersin (jika ia membaca Alhamdulillah). Muttafaq alaih.
Dalam riwayat yang lain Imam Muslim dari Abu Hurairah: “Hak Muslim itu ada enam, yaitu: Jika bertemu berikan salam kepadanya, jika mengundang maka penuhilah, jika meminta nasehat maka nasehatilah, jika bersin dan memuji Allah maka doakanlah, jika sakit besuklah, dan jika mati antarkan jenazahnya”.



1. Mengucapkan Salam

Salam yang berarti damai adalah cermin kepribadian orang beriman. Ia Ia mengenali dan mempekenalkan dirinya kepada saudaranya seiman. Sesuai dengan firman Allah:
 “Hai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa  dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa. Sesungguhnya A llah Maha Mengetahui lagi Maha mengenal”. (QS. 49: 13)
“Maukah kamu aku tunjukkan sesuatu yang jika kamu mengerjakannya kamu saling mencintai? Sebarkan salam dikalanganmu”. (HR. Muslim)
“ Hendaklah orang yang berkendaraan mengucapkan salam kepada orang yang berjalan kaki, orang yang berjalan kaki kepada orang yang duduk, dan orang yang sedikit kepada orang yang banyak”. (HR. Bukhari dan Muslim)
“Jika dua orang mukmin berjumpa lalu keduanya berjabatan tangan maka Allah memberikan kepada keduanya tujuh puluh ampunan,enam puluh Sembilan untuk orang yang paling baik kegembiraannya” (HR. Hakim)


2. Memenuhi Undangan

Undangan yang diberikan seorang muslim kepada sesamanya menunjukkan penghormatan dan perhatian yang besar kepada orang yang diundang. Dan kehadiran orang yang diundang menjadi kebahagiaan besar bagi orang yang  mengundang.
Kewajiban memenuhi undangan itu dengan syarat:
  • Undangan tidak membedakan miskin dan kaya. Rasulullah bersabda:
  • " Seburuk-buruk makanan adalah makanan walimah,tidak dihadiri orang yang menginginkannya (miskin) dan diundang orang yang tidak menghendakinya (kaya)”.          HR. Muslim.
  • Undangan ditujukan kepada seseorang secara khusus.  Maka jika undangan dibuka untuk umum, bagi semua orang yang berminat, maka tidak wajib menghadirinya.
  • Kehadirannya tidak karena takut atas kezaliman orang yang mengundang, atau karena ingin mendapatkan kedudukan, dsb.
  • Kehadirannya tidak membuat orang yang ada di sana menjadi terganggu.
  • Tidak ada kemunkaran dalam undangan itu, seperti khamr, dsb.
  • Undangan pada hari pertama. Jika seseorang mengadakan walimah tiga hari maka hari kedua dan ketiga, tidak wajib dihadiri.
Ketika seseorang menerima banyak undangan dalam waktu yang bersamaan, maka ia wajib mendaatangi undangan yang paling awal. Jika undangannya itu datang bersamaan,maka ia wajib    menghadiri undangan orang yang paling dekat hubungan darahnya, kemudianorang yang  lebih dekat jarak rumahnya.



3. Memberi Nasehat

Nasihat kepada sesama muslim wajib diberikan ketika:     
a. Orang yang bersangkutan meminta nasehat, tentang apa yang hendak dikerjakan.                                                          “ Jika salah seorang diantaramu meminta nasehat kepada saudaranya, mka hendaklah ia memberikan nasehat kepadanya”. HR. Al-Bukhari.   
b. Orang yang bersangkutan melakukan kesalahan, maka saudara muslim yang lain wajib nasehat dengan cara yang bijak.

Adab dalam memberikan nasehat kepada saudara muslim adalah:
  • Pemberi nasehat tidak merasa lebih baik daripada peminta nasehat
  • Nasehat dilakukan secara tertutup,tidak di depan umum
  • Pemberi nasehat hendaklah beruasaha mengamalkan apa yang ia nasehatkan
  • Nasehat diberikan dengan ikhlas


4. Mendoakan Ketika Bersin

Mendoakan orang yang bersin merupakan wujud perhatian dan kasih sayang sesame muslim. Rasulullah SAW bersabda:  “Orang yang bersin  mengucapkan  “Alhamdulillah”, dan orang yang mendengarnya  mengucapkan “yarhamukallah” (semoga Allah menyayangimu), dan yang bersin membalas: “Yahdikumullah wa yushlihu baalakum (semoga Allh menunjukimu dan memperbaiki keadaanmu. (HR. Al-Bukhari).
“Bahwa Rasulullah SAW jika bersin, ia rendahkan suaranya dan ia tutupi mulutnya dengan kain atau tangannya”. HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi.


5. Menjenguknya Ketika Sakit

Kehadiran saudara seiman yang berkunjung kepada orang yang sedang sakit merupakan obat ma’nawiyah yang sangat berguna. Membuat orang yang sakit tidak lagi dalam keterasingan atau kesendirian. Rasulullah SAW memotivasi umat Islam agar menjenguk orang sakit dengan menempatkannya diantara buah-buahan surga. Sabda Rasulullah:                                                                                                   “Sesungguhnya seorang muslim apabila menjenguk saudaranya sesama  muslim, maka ia tetap berada diantara buah-buahan surga  yang siap dipetik, sampai akhirnya ia kembali”. (HR. Muslim).
Dalam menjenguk orang  yang sakit, Islam mengajarkan beberapa doa yang dipanjatkan untuk mengharapkan kesembuhan orang yang sakit. Misalnya:
a. La ba’sa thahurun Insya Allah.
b. Allahumma Robban nas, idzhibil ba’sa, isyfi..  Antas Syafi, la syifa’an illa syifa’uka syifa’an la yughodiru saqoman.  
c. As’aluhal ‘Adhim, Robbal ‘Arsyil Karim, An yasyfiyaka.


6.Mengiringi Jenazahnya

Mengantarkan jenazah saudara muslim memberikannnmanfaat besar, antara lain:

a. Menunjukkan penghormatan kepada mayit dan keluarganya.
b. Memberikan nasehat kematian kepada pribadi pengantar (dzikrul maut).
c. Mendapatkan pahala besar. Sabda Nabi SAW: “Barangsiapa yang mengantarkan jenazah, maka ia mendapatkan pahala satu qirath, dan jika ia menunggu hingga pemakamannya , maka ia mendapatkan dua qirath.” (HR. Bukhari dan Muslim). Dalam riwayat lain: satu qirath adalah sebesar gunung uhud.    
                                                                                               
                                                                                                         Depok, 26 Februari 2010

Sumber: Riyadhus Shalihin, Syarh Al Arba’in An Nawawiyah, Taujihat Nabawiyah; M. Said Nuh, Al Mamarat.                                                                                                                        

Tidak ada komentar:

Posting Komentar